BIO SIKLUS TEHNOLOGI NOS MENGHADIRKAN NUTRISI PERTANIAN - PETERNAKAN - PERIKANAN - KECANTIKAN - PERAWATAN - NUTRISI TINGGI - KESEHATAN

Iklan Billboard 970x250

IMUNITAS

IMUNITAS

 

Jangan Biarkan Sistem Imun Melemah, Kenali Peran Pentingnya

Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh memiliki fungsi sangat sentral dalam pertahanan tubuh manusia. Tanpa sistem imun, tubuh akan rentan terkena serangan kuman, parasit, atau virus. Sistem imun juga lah yang berperan melawan serangan berbagai jenis patogen, sehingga tubuh Anda tetap berada dalam kondisi sehat.

Apa Tanda-tanda Sistem Kekebalan Tubuh Melemah?

Tak banyak orang menyadari apa tanda-tanda yang muncul saat sistem kekebalan tubuh melemah. Padahal, bila terlambat disadari, melemahnya sistem imun bisa berdampak pada memburuknya kondisi kesehatan. Sebaliknya, jika Anda terlebih dulu menyadari bahwa sistem imun sedang tidak baik, Anda bisa melakukan upaya preventif untuk mencegah ancaman penyakit yang mungkin muncul. Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di bawah ini, kemungkinan sistem kekebalan tubuh Anda mulai melemah. Mulailah memperhatikan kesehatan dengan banyak istirahat dan menjaga asupan gizi atau nutrisi yang masuk ke tubuh.

1. Warna Urine Tidak Jernih

Periksa kondisi warna urine Anda. Warna urine yang sehat adalah putih jernih atau kuning muda jernih. Jika warna urine keruh bahkan cenderung pekat, bisa jadi hal itu merupakan pertanda sistem kekebalan tubuh Anda sedang tidak berada dalam kondisi baik. Sebab, warna urine keruh merupakan pertanda racun atau patogen dalam tubuh gagal dikeluarkan dengan baik. Untuk mengatasinya, segera perbanyak konsumsi air putih setidaknya delapan gelas sehari.

2. Bobot Mudah Bertambah / Menurun

Apakah akhir-akhir ini Anda merasa tubuh mudah bertambah bobotnya dengan cepat/sebaliknya? Jangan diremehkan, hal ini ternyata juga bisa menjadi pertanda sistem imun sedang lemah.

3. Mudah Jatuh Sakit

Jika Anda lebih sering sakit dari biasanya, kemungkinan besar sistem imun Anda mulai melemah. Rata-rata orang dewasa mengalami flu 2-3 kali dalam setahun. Jika dalam 1 tahun Anda terserang flu lebih dari 3 kali, itu tandanya tubuh Anda sedang dalam kondisi kurang baik. Seringnya Anda jatuh sakit juga menunjukkan bahwa tubuh Anda tidak terproteksi secara maksimal dari serangan kuman atau virus.

4. Stres Berkepanjangan

Menurut American Psychological Association, stres jangka panjang dapat mengganggu kekebalan tubuh seseorang. Keadaan yang mudah tertekan dan berangsur-angsur dalam jangka panjang merupakan salah satu tanda melemahnya imunitas seseorang.


Berbagai Penyebab Terganggunya Sistem Imun

Selain mengetahui tanda-tanda melemahnya sistem imun, hal yang tidak kalah penting untuk diketahui tentu adalah penyebab melemahnya sistem imun itu sendiri. Berbagai hal berikut ini sebaiknya segera Anda hindari atau kurangi, agar sistem kekebalan tubuh dapat selalu terjaga dan bisa bekerja secara maksimal.

1. Stres dan Menurunnya Kadar Kortisol Tubuh

Stres memiliki pengaruh besar pada sistem kekebalan tubuh. Jika seseorang mengalami stres kronis dalam jangka waktu lama, kadar kortisol dalam tubuh akan menurun dan menurunkan produksi prostaglandin ‘baik’. Prostaglandin adalah hormon lokal yang berfungsi membawa pesan seluler untuk mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh. Jika produksi senyawa ini berkurang, secara otomatis sistem imun ikut melemah.

2. Kurang Olahraga

Saat berolahraga ringan, aliran darah dalam tubuh Anda meningkat dan mendorong proses pengeluaran racun dari tubuh. Sirkulasi darah yang meningkat tersebut juga meningkatkan sirkulasi antibodi dan sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi. Hanya dengan berjalan kaki selama 20 menit tiap hari, sistem kekebalan tubuh Anda dapat bekerja lebih efektif dan maksimal.

3. Pola Makan Buruk

Mengonsumsi gula berlebihan serta sering menyantap olahan makanan yang mengandung bahan pengawet ternyata juga rentan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa kemampuan sel darah putih untuk membunuh bakteri terhambat secara signifikan hingga lima jam setelah Anda makan 100 gram gula atau setara dengan tiga kaleng minuman ringan manis.

4. Kurang Tidur

Tanpa tidur yang cukup, sistem kekebalan tubuh tidak mendapat kesempatan untuk membangun kembali pertahanannya. Akibatnya, sistem imun akan melemah. Kurangnya kuantitas tidur juga berkaitan dengan berkurangnya jumlah sel-T yang membantu tubuh melawan penyakit. Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidak cukup tidur cenderung mudah terserang virus, termasuk flu.

5. Kurang Menjaga Kebersihan

Kurangnya perhatian untuk menjaga kebersihan dan sanitasi juga menjadi salah satu faktor terbesar yang dapat melemahkan sistem imun. Sebab, dengan sanitasi yang buruk, jumlah kuman dan bakteri yang menjangkiti tubuh juga akan semakin bertambah. Serangan kuman berbahaya dalam jumlah banyak secara terus-menerus tersebut pada akhirnya membuat kinerja sistem imun juga terforsir. Dalam jangka waktu lama, sistem imun yang dipaksa bekerja ekstra tersebut bisa melemah.

Cara Meningkatkan Imunitas

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan imunitas, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat tentunya.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan imunitas.

1.  Olahraga secara teratur

2.  Konsumsi makanan halal thoyyib

3.  Tidur setelah isya'

4.  Kelola stress dan cukupkan air putih

5.  Keluarkan keringat dengan melakukan aktifitas

6.  Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Itu sebabnya, Anda sangat disarankan selalu memperhatikan kebersihan tubuh dan lingkungan. Salah satunya dengan menggunakan produk pembersih tubuh yang bersifat antibakteri, sehingga mampu membantu kinerja sistem imun dalam memproteksi tubuh Anda. Dalam hal ini, IN SYAA ALLOH produk NOSTECH bisa dijadikan pilihan. Dilengkapi dengan Formula terbaik bekerja efektif mendukung sistem imun tubuh untuk menghalau kuman dan patogen berbahaya dari luar. Pastikan Anda selalu menjaga sistem imun atau sistem kekebalan tubuh, ya. Karena sistem imun yang kuat berarti pula tubuh yang sehat.

Apa itu sistem imun?
 
Sistem imun adalah sekelompok sel, protein, jaringan, dan organ khusus yang bekerja sama melawan segala hal yang berbahaya bagi tubuh.
Sistem ini terdiri dari banyak komponen, mulai dari sel hingga organ. Salah satu jenis sel yang paling penting dalam jaringan tersebut adalah sel darah putih (leukosit).
 
Leukosit dihasilkan atau disimpan pada berbagai tempat di tubuh di antaranya yaitu timus, limpa, dan sumsum tulang, di mana organ-organ ini dikenal sebagai organ limfoid. Kadang leukosit juga disimpan dalam gumpalan jaringan limfoid (kelenjar limpa) yang tersebar di seluruh tubuh.Leukosit bergerak di seluruh tubuh melalui pembuluh limpatik dan pembuluh darah seperti berpatroli, memantau adanya kemungkinan penyerang yang berbahaya.
 

Ada dua tipe leukosit utama yang bekerja sama untuk mencari dan membunuh organisme atau zat penyebab penyakit, yaitu:
 
1. Limfosit adalah sel-sel yang membantu tubuh mengingat dan mengenali penyerbu sebelumnya. Limfosit juga membantu menghancurkan penyerbu tersebut.
Ada dua macam limfosit, yaitu limfosit B dan limfosit T. Dihasilkan di sumsum tulang, limfosit akan menetap dan berkembang menjadi sel B, atau berpindah ke kelenjar timus dan berkembang menjadi sel T.
2. Fagosit adalah sel-sel yang memakan penyerbu. Ada berbagai macam sel yang tergolong sebagai fagosit. Setiap jenis fagosit memiliki tugasnya masing-masing. Sebagai contoh, tipe yang paling umum adalah neutrofil, yang bertugas melawan bakteri.

Bagaimana sistem imun bekerja?
 
Mikroorganisme dan zat-zat asing yang menyerang tubuh disebut sebagai antigen alias bibit penyakit. Saat antigen terdeteksi, serangkaian respon imun akan terjadi untuk melindungi tubuh dari terinfeksi.Pada proses tersebut, beberapa macam sel bekerja sama untuk mengenali antigen dan memberikan respon. Sel-sel ini kemudian merangsang limfosit B untuk menghasilkan antibodi. Antibodi adalah protein yang didesain khusus untuk menempel pada antigen tertentu. Setelah itu, sel T mencari antigen yang telah ditumpangi dan menghancurkannya. Sel T juga membantu memberi sinyal pada sel-sel lain (seperti fagosit) untuk melakukan tugasnya.
 
Begitu dihasilkan, antibodi akan berada dalam tubuh seseorang selama beberapa waktu, sehingga apabila antigen atau bibit penyakit kembali, antibodi sudah tersedia untuk melakukan misinya.Antibodi juga dapat menetralkan racun yang dihasilkan oleh organisme dan mengaktifkan sekelompok protein yang disebut komplemen. Komplemen adalah bagian dari sistem imun yang membantu membunuh bakteri, virus atau sel-sel yang terinfeksi.
 
Bersama, semua sel-sel khusus dan bagian sistem imun menghasilkan perlindungan bagi tubuh terhadap penyakit. Proteksi inilah yang disebut imunitas.

Ada 3 jenis sistem imun tubuh manusia

Tubuh manusia memiliki sistem pertahanan yaitu sistem yang menjaga agar tubuh tidak terserang infeksi virus dan bakteri.
Sistem imunitas, dikutip dari LiveScience, adalah sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit dan gangguan yang dapat merusak tubuh. Dalam kondisi yang prima, imun tubuh mampu melawan berbagai infeksi patogen seperti virus, bakteri, dan parasit.
Jika kondisi tubuh menurun akibat kelelahan atau stres, imun tubuh juga akan melemah. Efeknya, tubuh bisa mudah terserang penyakit yang diakibatkan oleh virus atau ganggfaktor lainnya.

Sistem imunitas kita terbagi menjadi tiga jenis:

1. Imunitas alami (innate),

2. Imunitas buatan (adaptive)

3. Imunitas pasif.

Bagaimana sistem tersebut bekerja pada tubuh?
Sistem ini terdiri dari perlindungan baik dalam maupun di luar tubuh.

Komponen yang masuk dalam sistem imun alami diantaranya:
Kulit Enzim pada air mata dan minyak kulit Dahak dan refleks batuk Cairan asam lambung Sel darah putih Imun kita akan bekerja saat patogen, bisa berupa bakteri atau virus, masuk ke dalam tubuh. Antigen pada virus atau bakteri merangsang sistem imunitas untuk memproduksi antibodi guna menyerang infeksi tersebut. Sistem imun ini juga disebut sebagai sistem imun non-spesifik. Dinamai demikian karena imunitas ini tidak bisa melawan penyakit atau gangguan tertentu. Artinya, respon dari sistem imunitas alami lebih umum. Jika patogen mampu menembus pertahanan imunitas alami, tubuh memerlukan bantuan dari imunitas buatan.

Sistem imunitas buatan Saat imunitas alami tidak mampu menghalau serangan virus atau bakteri, tubuh memerlukan pertahanan tambahan dari imunitas buatan atau adaptive immunity. Imunitas buatan didapat saat tubuh mulai mengenali beberapa jenis infeksi patogen. Kita memiliki imunitas ini setelah terserang penyakit tertentu. Proses dari pembentukan imunitas buatan ini terjadi saat tubuh terserang patogen. Patogen tersebut kemudian di proses dan diidentifikasi oleh tubuh. Kemudian sistem imun akan membuat antibodi yang didesain untuk mengatasi serangan patogen tersebut. Setelah sembuh, sistem imun kita akan mengingat penyakit yang menyerang tubuh. Jika kelak terinfeksi dengan gangguan yang sama, tubuh sudah lebih siap melawan gangguan tersebut.

Sistem imunitas pasif Dua sistem imunitas di atas masuk dalam kategori aktif, dimana tubuh akan memproduksi sendiri antibodi untuk melawan penyakit. Namun demikian, tubuh manusia tidak selamanya mampu mengobati diri sendiri. Agar kekebalan tubuh semakin baik, imunitas pasif diberikan pada tubuh. Jenis imunitas ini "dipinjam" dari sumber lain kemudian diberikan pada tubuh. Contohnya adalah ASI yang diberikan pada bayi. ASI mengandung antibodi yang kemudian ditransfer kepada bayi saat ia menyusu. Selain dari ASI, sistem imunitas pasif juga didapat melalui imunisasi. Imunisasi merupakan kegiatan pemberian vaksin kepada seseorang.

Editor:Eko Nostech (Copyrigth)

Baca Juga
SHARE
Aufa
- Ikutkan ALLOH di setiap langkah dan usahamu - Insan kecil
Subscribe to get free updates

Related Posts

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bumbu Masak Probiotik

Bumbu Masak Probiotik

Bumbu masak probiotik memiliki keunggulan dan keistimewaan di atas produk yang ada di pasaran. Kele…
BIO SIKLUS

BIO SIKLUS

BIO SIKLUS TETES SYNBIOTIC SERIES Produk tetes synbiotic dengan formula Konsorsium Mikroba Probio…